STUDILMU Career Advice - 4 Keterampilan Komunikasi untuk Mengikat Hati Milenial di Perusahaan

4 Keterampilan Komunikasi untuk Mengikat Hati Milenial di Perusahaan


by STUDiLMU Editor
Posted on Sep 02, 2019

Memahami Pengertian Keterampilan Komunikasi

Rasanya tidak lengkap ya jika kita mencari tahu pengertian tentang “keterampilan komunikasi”, namun tidak memahami pengertian dari komunikasi terlebih dahulu. Nah menurut Theodore M. Newcomb, komunikasi adalah suatu transmisi dari informasi atau pesan dari narasumber kepada penerima informasi. Lalu, bagaimana dengan definisi keterampilan komunikasi? Keterampilan komunikasi adalah suatu kemampuan atau keahlian yang dimiliki individu dalam menyampaikan informasi yang dimilikinya kepada para penerima informasi, sehingga menciptakan komunikasi efektif. 
 
Orang-orang yang memiliki keterampilan komunikasi akan memperhatikan berbagai unsur komunikasi, komponen komunikasi dan faktor-faktor penting lainnya yang dapat membantu mereka untuk meraih tujuan komunikasi yang diharapkan. 
 
Secara umum, ada berbagai macam contoh dari keterampilan komunikasi, diantaranya adalah presentasi, debat, negosiasi, dan lain sebagainya. Nah jika kita lihat kondisi kehidupan zaman modern sekarang, dengan mudah kita bisa melihat orang-orang yang berada secara dekat maupun yang berjauhan, mereka tetap dapat berkomunikasi dengan baik
 
Contohnya, orang-orang yang bekerja dengan jarak jauh (remote) tetap dapat mengikuti rapat kerja secara online dengan anggota tim lainnya yang berada di kantor, atau seorang bos yang sedang melakukan perjalanan bisnis tetap bisa menjadi pemimpin rapat dengan menggunakan video conference.
 
Tapi ngomong-ngomong, berbicara tentang perkembangan teknologi, rasanya tidak sah kalau kita tidak membicarakan tentang generasi milenial juga. Kenyataannya, di Amerika Serikat saja, generasi milenial sudah menjadi generasi terbesar yang mendominasi angkatan kerja disana. Sebuah studi analisis yang dilakukan oleh Deloitte menunjukkan bahwa 66% para pekerja milenial berharap untuk segera meninggalkan pekerjaan yang mereka miliki saat ini dalam waktu tiga tahun ke depan. Sedangkan, hanya 5% yang tetap yakin bahwa mereka akan tetap bertahan di perusahaan dan pekerjaan yang sama selama 10 tahun ke depan. 
 
Dari hasil penelitian di atas, kita bisa melihat bahwa perusahaan dan pemimpin harus memiliki keterampilan komunikasi yang secara khusus dapat mengikat hati para milenial untuk merasa nyaman dan aman di dalam lingkungan kerja mereka. Generasi x, y, z dan milenial memang memiliki karakteristik yang berbeda-beda di lingkungan kerja, namun ini bukan berarti bahwa mereka tidak dapat dimengerti melalui cara apapun. Nah, daripada rekan pembaca capek-capek membaca beberapa informasi dari materi atau makalah generasi milenial, lebih baik rekan pembaca membaca artikel ini sampai habis, karena kami akan membocorkan sebuah rahasia, yaitu keterampilan komunikasi yang berguna untuk mengikat hati para milenial. 
 

Apa Saja Keterampilan Komunikasi yang Bisa Mengikat Hati Para Milenial di dalam Perusahaan?

Karakteristik generasi milenial memang susah-susah-gampang untuk dimengerti. Apalagi untuk mengetahui apa yang dapat membuat mereka nyaman di dalam suatu perusahaan. Menurut website pinper dot com, ada 4 keterampilan komunikasi yang bisa membantu kita dalam melibatkan kaum milenial secara lebih baik, terutama di dalam perusahaan. Yuk, simak penjelasannya berikut ini. 
 

1. Keterampilan Komunikasi: Bersikap Transparan. 

Percayalah, meskipun karakter generasi milenial cukup sulit untuk dimengerti, namun satu hal yang sangat pasti dari mereka adalah para milenial sangat berharap bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya bersifat terbuka, jujur dan transparan. Baru-baru ini, ada sebuah survei yang dilakukan terhadap 1.000 karyawan full time di Amerika Serikat, yang mana hasil survei menunjukkan bahwa 81% pekerja milenial lebih suka bekerja di suatu perusahaan yang memiliki budaya perusahaan “komunikasi secara terbuka dan transparan”. Komunikasi yang transparan dalam hal ini berkaitan dengan bagaimana pembagian tunjangan mereka, asuransi kesehatan, insentif makanan dan transportasi, keanggotaan, dan keistimewaan lainnya yang dimiliki perusahaan untuk para karyawannya. 
 
Nah, ini adalah keterampilan komunikasi yang pertama dan paling utama untuk dimiliki para pemimpin di dalam perusahaan. Keterampilan komunikasi seperti ini akan membantu menarik perhatian dan membuat para milenial menjadi semakin nyaman di dalam perusahaan tersebut. 

2. Keterampilan Komunikasi: Umpan Balik atau Feedback yang Konstruktif dan Disampaikan secara Rutin. 

Kenyataannya, karyawan milenial sangat tergila-gila dengan umpan balik atau feedback yang konstruktif dari bosnya. Dengan kata lain, para milenial ini ingin tahu “Sebenarnya yang saya kerjakan selama ini di kantor sudah benar belum ya? Jika memang belum tepat, apa saja hal yang harus saya perbaiki?” Satu penelitian menemukan bahwa 80% karyawan milenial sangat berharap mendapatkan umpan balik atau feedback konstruktif yang diberikan oleh para manajernya, bahkan 75% pekerja milenial juga sangat ingin memiliki mentor yang mau membimbing mereka dalam memberikan nasihat dan arahan agar mereka bisa menjadi lebih profesional. Jika karyawan milenial mendapatkan hal ini di perusahaan mereka, dapat dipastikan mereka akan merasa terikat dengan perusahaan tersebut, karena di perusahaan seperti ini mereka yakin bahwa mereka akan terus berkembang menjadi lebih baik. 
 

3. Keterampilan Komunikasi: Adanya Akuntabilitas. 

Akuntabilitas atau yang biasa kita sebut sebagai pertanggungjawaban merupakan hal yang sangat didambakan oleh para karyawan milenial. Menurut sebuah studi yang dilakukan Gallup menunjukkan bahwa 56% pekerja milenial merasa semakin terlibat dengan perusahaan tempat mereka bekerja, karena manajer mereka memberikan akuntabilitas yang bisa mereka penuhi. 
 
Akuntabilitas mengindikasikan bahwa karyawan milenial dipercaya untuk melakukan sesuatu dan ini menunjukkan bahwa manajer mereka yakin mereka dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dalam akuntabilitas ini, para pemimpin dapat menerapkan keterampilan komunikasi mereka dengan membuat rencana tindakan dan mengecek hasil kinerja bersama para karyawan milenialnya. Oh ya, pengecekan kinerja ini tidak perlu dilakukan setiap hari kok. Cukup dilakukan setiap minggu atau setiap tiga bulan sekali juga oke. 
 

4. Keterampilan Komunikasi secara Visual. 

Dikarenakan target kita adalah mengambil hati dan menarik perhatian karyawan milenial, maka kita perlu menggunakan media komunikasi yang kekinian. Nah, media komunikasi yang kekinian ini salah satunya adalah menggunakan komunikasi secara visual. Penelitian yang dilakukan oleh TechSmith menemukan bahwa lebih dari 64% pekerja milenial lebih mudah memahami informasi-informasi penting yang dikomunikasikan secara visual, 58% pekerja milenial mengatakan bahwa mereka lebih mudah mengingat informasi secara visual lebih lama. Jadi, jangan remehkan keterampilan komunikasi yang disampaikan secara visual ya, rekan-rekan pembaca. 
 
Nah setelah membaca artikel di atas, kami harap rekan-rekan pembaca semakin ahli dalam memikat hati para karyawan milenial agar mereka semakin terikat di perusahaan Anda sekarang. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices

Kartu Prakerja dan Pelatihan Online

Kartu Prakerja dan Pelatihan Online

Kartu Prakerja dan Pelatihan Online