STUDILMU Career Advice - Memahami Resesi. Apa Resesi Itu Sebenarnya?

Memahami Resesi. Apa Resesi Itu Sebenarnya?


by STUDiLMU Editor
Posted on Nov 12, 2020

Apa itu resesi?

Resesi adalah penurunan secara perlahan atau masif pada aktivitas ekonomi. Resesi biasanya terjadi ketika ada penurunan pengeluaran ekonomi yang terjadi secara besar. Satu negara dikategorikan mengalami resesi apabila produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Resesi dapat terjadi karena dipicu oleh berbagai kejadian seperti krisis keuangan, bencana alam atau antropogenik berskala besar, seperti pandemi. Ketika suatu negara mengalami resesi, biasanya pemerintah akan meninjau ulang peraturan ekonomi makro seperti meningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat atau meningkatkan pengeluaran pemerintah dan menurunkan pajak.

Secara singkat, resesi dapat dikatakan sebagai penurunan aktivitas ekonomi, ketika masyarakat berhenti untuk membeli produk untuk sementara yang dikarenakan penurunan GDP setelah periode ekspansi ekonomi. Ekspansi ekonomi adalah waktu ketika banyak barang produksi banyak dibeli dan pendapatan semakin besar, ini menyebabkan terjadinya inflasi karena adanya peningkatan harga barang. Pada resesi, tingkat inflasi menurun, berhenti atau menjadi negatif sehingga terjadilah deflasi. Intinya resesi terjadi karena deflasi yang terjadi secara terus menerus. Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi, deflasi terjadi ketika uang beredar di masyarakat sedikit, sedangkan inflasi terjadi ketika uang beredar di masyarakat terlalu banyak.

Penyebab Resesi

Resesi dapat disebabkan karena beberapa hal berikut ini baik yang pernah terjadi maupun sedang terjadi pada masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 :

1. Produksi dan konsumsi yang tidak seimbang

Adanya ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi terjadi ketika masyarakat tidak mampu untuk membeli berbagai barang produksi, sedangkan kegiatan produksi terus berjalan. Produksi terlalu berlebihan dan konsumsi menurun tajam. Produksi dan konsumsi yang tidak seimbang menjadikan adanya guncangan ekonomi secara tiba-tiba, sehingga adanya kontraksi pada kegiatan ekonomi.

2. Hutang yang berlebihan

Sebelumnya penyebab resesi terjadi karena adanya produksi dan konsumsi yang tidak seimbang. Ketika masyarakat akhirnya tidak bisa membeli produk, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya mengajukan hutang kepada pihak bank atau platform peer-to-peer lending berupa hutang konsumtif. Peningkatan hutang yang terjadi di dalam masyarakat, lalu adanya tingkat suku bunga yang tinggi dan terkadang naik, menjadi salah satu penyebab resesi, sehingga masyarakat pun semakin sulit untuk membayar hutang-hutang mereka.

Halaman Sebelumnya 1234