STUDILMU Career Advice - Memahami Resesi. Apa Resesi Itu Sebenarnya?

Memahami Resesi. Apa Resesi Itu Sebenarnya?


by STUDiLMU Editor
Posted on Nov 12, 2020

2. Meningkatnya pengangguran

Akibat dari adanya pasokan barang dan jasa yang menurun drastis, terhentinya kegiatan produksi menyebabkan perusahaan merampingkan karyawan mereka, khususnya untuk karyawan dengan kebutuhan dan kinerja yang kurang baik. Pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020, banyak sekali sektor usaha yang mengalami kebangkrutan, bahkan hampir semua perusahaan besar berskala nasional maupun internasional melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), atau pemotongan gaji. PHK yang terjadi meningkatkan jumlah pengangguran, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Pengangguran meningkat dan berakibat meningkatnya pula angka kemiskinan secara nasional maupun global.

Dampak tersebut menjadi dampak terbesar dan sangat terasa khususnya pada pandemi Covid-19 saat ini. Pengangguran yang meningkat tajam karena banyaknya kasus pemecatan, juga diakibatkan karena pendapatan dari semua sektor usaha yang terjun beban selama beberapa bulan di tahun 2020. Dampak resesi pastinya sangat menyedihkan untuk banyak pihak, baik pengusaha maupun pekerja. Tapi, pastinya ada sedikit atau banyak cara bertahan dalam menghadapi resesi yag sedang terjadi saat ini.

Cara Menghadapi Resesi

Menghadapi resesi pastinya bukan hal yang mudah, karena emosi yang juga terjadi untuk mereka yang terkena dampak dari resesi. Beberapa cara berikut, mungkin sedikit banyak dapat membantu dalam menghadapi resesi yang sedang melanda Indonesia saat ini :

1. Dana darurat

Dana darurat merupakan dana yang baru disadari pentingnya oleh masyarakat ketika terjadinya resesi. Ketika penghasilan berkurang atau bahkan nihil, masyarakat mulai menyadari pentingnya menyimpan uang untuk kebutuhan ke depan ketika terjadi hal-hal tidak terduga. Ketika resesi sudah terjadi sedangkan dana darurat belum terkumpul, ada baiknya mulai saat ini menyusun skala prioritas, dan mengurangi membeli sesuatu yang tidak diperlukan.

2. Melindungi sumber penghasilan

Ketika resesi terjadi dan masih bekerja, tidak ada salahnya untuk tetap bertahan. Karena tidak sedikit perusahaan yang melakukan pemecatan atau pemotongan gaji. Sehingga tidak bijak rasanya masih mengikuti idealisme yang menyulitkan kondisi diri sendiri disaat pandemi, karena ada baiknya tetap harus menjadi realistis di mana resesi saat ini. Lalu, bagi penghasilan menjadi beberapa pos yang bisa ditabung sebagai dana darurat di masa yang akan datang karena semua kemungkinan dapat terjadi. Sedangkan untuk yang mengalami pemecatan, tidak ada salahnya menggunakan dana pesangon atau hasil bekerja selama ini secara bijak, dan mulai menyusun skala prioritas, tidak ada ada salahnya mencari sumber penghasilan lainnya seperti menjadi reseller, dropshipper, menjual jasanya untuk tetap dapat menghasilkan uang.