STUDILMU Career Advice - Mengenal dan Membuat Laporan Keuangan Sederhana

Mengenal dan Membuat Laporan Keuangan Sederhana


by STUDiLMU Editor
Posted on Jan 20, 2021

3. Membuat Laporan Keuangan

Setelah semua bukti transaksi dikumpulkan dan dicatat, lalu selanjutnya adalah merapikan catatan transaksi tersebut menjadi sebuah laporan. Laporan yang dimaksud adalah laporan keuangan agar berjalannya usaha agar dapat lebih rapi dan terencana untuk kedepannya. Untuk laporan keuangan sederhana terdiri dari 4 laporan, yaitu :

a. Laporan Neraca

Laporan neraca adalah laporan yang berisi harta, dan hutang yang dimiliki oleh perusahaan atau usaha yang sedang berjalan. Pada laporan neraca, nilai harta dengan hutang + modal harus sama. Pada sadaranya laporan neraca itu terdiri dari komponen Aset/Aktiva dan Passiva. Aset/aktiva berisi uang yang kita miliki baik dalam bentuk tunai, maupun simpanan di bank, maupun aset lain seperti tempat, dan peralatan. Sedangkan passiva berisi hutang-hutang dan modal yang ada.

Namun, sebagai contoh, seseorang yang berniat untuk berjualan bakso membuat laporan neraca. Ia memiliki modal sebesar 5.000.000, tapi karena untuk membeli gerobak serta bahan baku ia membutuhkan dana yang lebih, akhirnya ia meminjam kepada saudaranya sebesar 3.000.000. Untuk membeli peralatan sebesar 4.500.000 dan membeli persediaan bahan baku sebesar 2.500.000. Pada hari pertama ia berjualan, ia memperoleh pendapatan sebesar 1.000.000, dan akan ia gunakan kembali untuk modal ushanya. Maka laporan neraca sederhana yang bisa disusun adalah sebagai berikut :

Akun

Saldo

Debit

Kredit

Kas

Rp2.000.000

 

Peralatan

Rp4.500.000

 

Persediaan bahan baku

Rp2.500.000

 

Modal awal

 

Rp5.000.000

Hutang

 

Rp3.000.000

Pendapatan

 

Rp1.000.000

TOTAL

Rp9.000.000

Rp9.000.000

 

b. Laporan Laba Rugi

Setelah membuat laporan neraca untuk mengetahui jumlah harta dan hutang yang dimiliki, maka selanjutya adalah laporan laba rugi. Laporan laba rugi dibuat untuk melihat berapa jumlah keuntungan atau kerugian yang dialami oleh pemilik usaha. Laporan laba rugi ini dibuat pada setiap akhir periode, mungkin bisa dibuat setiap bulannya untuk melihat berapa keuntungan atau kerugian yang dialami oleh pemilik usaha.

Sebagai contoh penjual bakso sudah berjualan selama satu bulan dan ia berencana untuk mengetahui total keuntungan atau kerugian yang didapatnya selama satu bulan pertama ia berjualan. Maka laporan laba rugi sederhana yang ia dapat buat adalah sebagai berikut :

Laporan Laba Rugi

31 Desember 2020

 

Penjualan

 

Rp5.000.000

Beban Gas

Rp500.000

 

Beban Air

Rp700.000

 

Beban Keamanan

Rp200.000

 

Total Beban

 

Rp1.400.000

Laba/Rugi Penjualan

 

Rp3.600.000