STUDILMU Career Advice - Perbedaan Bos dan Leader

Perbedaan Bos dan Leader


by STUDiLMU Editor
Posted on Jan 21, 2021

Sedangkan seorang leader cenderung akan mendelegasikan tugas kepada bawahannya, dalam artian para anggota tim diberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil dari keahlian dan langkah-langkah mereka mengerjakan tugas tersebut. Delegasi juga berfungsi untuk membangun organisasi dengan semua yang bekerja di dalamnya akan menjadi “semi-independent”, meskipun dalam delegasi para anggota tim diberikan kebebasan untuk menyelesaikan tugasnya, tapi pastinya tetap ada pengawasan yang berguna untuk mengontrol segala hasil dari tujuan organisasi.

2. Bos fokus pada kelemahan, leader fokus pada kekuatan

Semua manusia pastinya memiliki kekuatan dan kelemahan dalam dirinya, begitu juga seorang atasan dan bawahannya. Terkadang seorang boss akan cenderung mengkritik kelemahan bawahannya, dan jarang mengapresiasi kekuatan dari bawahannya. Sehingga boss hanya fokus pada kelemahan sang bawahan tanpa ingin untuk mengembangkan kekuatan sang bawahan. Seorang bawahan yang selalu dikritik oleh atasannya mengenai kelemahannya, di dalam dirinya akan tertanam dengan kuat kelemahannya, hal ini berdampak secara personal kepada diri sang bawahannya. Sedangkan seorang leader akan fokus pada kekuatan para anggota timnya, mungkin seorang leader akan menyebutkan kelemahan dari sang bawahan tapi itu merupakan bentuk dari cara memberikan solusi untuk menanggulangi kelemahannya, bukan bentuk dari kritik keras tanpa memberikan solusi. Leader juga akan fokus menggunakan kekuatan bawahan yang sesuai untuk mencapai tujuan bersama organisasi.

3. Bos banyak berbicara, leader banyak mendengarkan

Seorang boss yang banyak memerintah pastinya akan lebih banyak berbicara daripada mendengarkan. Boss akan lebih banyak berbicara, dan memerintahkan tanpa mendengarkan aspirasi dari anggota timnya. Sedangkan seorang leader, akan lebih banyak mendengarkan bawahannya, mendengarkan cara menyelesaikan pekerjaan, ide-ide, solusi serta mungkin masalah pribadi dari bawahannya. Leader mungkin akan memiliki hubungan yang lebih erat secara emosional dengan para anggota timnya, dibandingkan seorang boss.

4. Bos memerintah, leader melatih

Seorang boss berharap bahwa bawahan mereka akan mengikuti mereka karena jabatan mereka, kepemilikan mereka terhadap perusahaan atau tempat mereka pada hierarki organisasi. Ini merupakan mental seorang bos, mereka memerintah, tanpa bertanya, dan bawahan mereka akan mengikuti. Dampak negatif dari pendekatan ini adalah generasi milenial saat ini pastinya akan menolak menjadi “mesin”, mengerjakan apapun yang disuruh oleh boss mereka tanpa diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri.