Melakukan Analisis Kontrol Kualitas bagi Koordinator Area Manufaktur
×
 Bahasa Indonesia
 Melakukan Analisis Kontrol Kualitas bagi Koordinator Area Manufaktur



Instructed by: Alberto Christopher, S.T.

Tentang Kursus Ini

Sebuah produk akan dapat dikatakan memenuhi kebutuhan pelanggan apabila kualitasnya terpenuhi. Dengan demikian, proses produksi manufaktur tidak akan terlepas dari kontrol kualitas. Kontrol kualitas yang baik, dilakukan pada tahap produksi, akan menghasilkan produk yang baik pula. Inilah peran penting seorang koordinator area manufaktur untuk memastikan kontrol kualitas dijalankan dengan baik agar produk yang dihasilkan tetap berkualitas dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Tanpa adanya pengawasan, proses produksi dapat berjalan di luar dari batas kualitas yang sudah ditentukan. Dengan demikian, kemampuan analisis kontrol kualitas sangatlah penting untuk dikembangkan oleh koordinator area manufaktur. Terlebih lagi, dalam Indonesia's Occupational Tasks and Skills, yang biasa disebut sebagai IndoTask, pada tahun 2020, analisis kontrol kualitas merupakan salah satu keterampilan penting yang wajib dikembangkan oleh koordinator area manufaktur. Melalui pelatihan online ini, Anda akan belajar bagaimana melakukan analisis kontrol kualitas dengan baik agar Anda tetap dapat menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Adapun tujuan umum dari pelatihan online ini adalah peserta dapat melakukan analisis kontrol kualitas dalam proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.


APA PERSYARATAN MENGIKUTI KURSUS INI?

⠀⠀ Tidak ada.


APA YANG SAYA DAPATKAN DARI KURSUS INI?
  • ⠀⠀⠀Menyebutkan deskripsi kerja koordinator area manufaktur
  • ⠀⠀⠀Menjelaskan pentingnya manajemen kualitas dalam tugas koordinator area manufaktur
  • ⠀⠀⠀Menjelaskan contoh implementasi quality improvement dalam proses manufaktur
  • ⠀⠀⠀Menjelaskan beberapa teknik berpikir analitis
  • ⠀⠀⠀Menggunakan teknik SWOT Analysis untuk memecahkan masalah produksi
  • ⠀⠀⠀Menjelaskan prinsip-prinsip penerapan manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (3KLH) dengan disiplin
  • ⠀⠀⠀Membuat Scatter Diagram untuk menganalisis kualitas hasil produksi manufaktur
  • ⠀⠀⠀Membuat Control Chart secara teliti untuk memastikan kontrol kualitas berjalan dengan baik
  • ⠀⠀⠀Membuat tabel implementasi solusi dalam upaya mempertahankan kontrol kualitas produksi manufaktur
SIAPA YANG MENJADI TARGET AUDIENS KURSUS INI?
  • ⠀⠀⠀Koordinator area manufaktur dari berbagai bidang industri
  • ⠀⠀⠀Calon koordinator area manufaktur dari berbagai bidang industri
  • ⠀⠀⠀Personil produksi dalam industri manufaktur
  • ⠀⠀⠀Personil quality control dalam industri manufaktur
  • ⠀⠀⠀Setiap orang yang ingin mengembangkan kemampuan analisis kontrol kualitas pada tugas pekerjaannya dalam bidang manufaktur
  • ⠀⠀⠀Tingkat Pendidikan: minimal SMA/SMK/yang setara

Kurikulum

Section 1 : Mengenal Profesi Koordinator Area Manufaktur
Lecture 1 : Tugas-Tugas Koordinator Area Manufaktur
00:04:33
Lecture 2 : Sikap Kerja Koordinator Area Manufaktur yang Perlu Dikembangkan
00:04:44
Lecture 3 : Video: Karakteristik Koordinator yang Baik
Lecture 4 : Studi Kasus Sikap Kerja Koordinator Area Manufaktur
00:04:21
Lecture 5 : Lembar Belajar: Mengembangkan Sikap Kerja Koordinator Area Manufaktur
: Quiz: Mengenal Profesi Koordinator Area Manufaktur
Section 2 : Manajemen Kualitas sebagai Koordinator Area Manufaktur
Lecture 1 : Pengertian Kualitas
00:05:58
Lecture 2 : Standar Kualitas
00:05:43
Lecture 3 : Toleransi pada Standar Kualitas
00:04:43
Lecture 4 : Artikel: Pertanyaan Untuk Mendapatkan Umpan Balik Tentang Kualitas Produk
Lecture 5 : Potensi Masalah yang Ditimbulkan oleh QC yang Buruk
00:03:41
Lecture 6 : Apa yang Dimaksud Manajemen Kualitas
00:04:10
Lecture 7 : Quality Planning dan Quality Control
00:04:25
Lecture 8 : Lembar Belajar: Quality Planning
Lecture 9 : Quality Assurance
00:04:27
Lecture 10 : Video: Quality Planning vs Quality Assurance vs Quality Control
: Quiz: Manajemen Kualitas sebagai Koordinator Area Manufaktur
Section 3 : Quality Improvement untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Manufaktur
Lecture 1 : Quality Improvement
00:04:05
Lecture 2 : Video: Quality Improvement (Animasi)
Lecture 3 : Metode Quality Improvement
00:07:35
Lecture 4 : Lembar Belajar: PDSA untuk Quality Improvement
Lecture 5 : Implementasi Quality Improvement: DMAIC (DEFINE)
00:04:39
Lecture 6 : Implementasi Quality Improvement: DMAIC (MEASURE)
00:04:38
Lecture 7 : Implementasi Quality Improvement: DMAIC (ANALYZE)
00:03:10
Lecture 8 : Implementasi Quality Improvement: DMAIC (IMPROVE)
00:02:45
Lecture 9 : Implementasi Quality Improvement: DMAIC (CONTROL)
00:05:22
Lecture 10 : Lembar Belajar: Implementasi Quality Improvement (DMAIC)
: Quiz: Quality Improvement untuk Meningkatkan Kualitas Produksi Manufaktur
Section 4 : Analytical Thinking dalam Pekerjaan Koordinator Area Manufaktur
Lecture 1 : Definisi Analytical Thinking
00:05:10
Lecture 2 : Video: Analytical Thinking in 4 Steps
Lecture 3 : Manfaat Analytical Thinking
00:04:14
Lecture 4 : Hubungan antara Analytical Thinking dan Critical Thinking
00:03:40
Lecture 5 : Artikel: Berpikir Analitis dan Kreatif
Lecture 6 : Teknik Analytical Thinking dalam Pemecahan Masalah: SWOT Analysis
00:04:38
Lecture 7 : Video: Example: Starbucks SWOT Analysis
Lecture 8 : Lembar Belajar: SWOT Analysis
Lecture 9 : Teknik Analytical Thinking dalam Pemecahan Masalah: Dimensional Analysis
00:04:53
Lecture 10 : Lembar Belajar: Dimensional Analysis
Lecture 11 : Teknik Analytical Thinking dalam Pemecahan Masalah: Input-Output Analysis
00:04:13
Lecture 12 : Teknik Analytical Thinking dalam Pemecahan Masalah: Inversion Analysis
00:03:02
Lecture 13 : Lembar Belajar: Inversion Analysis
Lecture 14 : Teknik Analytical Thinking dalam Pengambilan Keputusan: Force Field Analysis
00:04:06
Lecture 15 : Video: Force Field Analysis Example
Lecture 16 : Teknik Analytical Thinking dalam Pengambilan Keputusan: Decision Matrix Analysis
00:06:03
Lecture 17 : Lembar Belajar: Decision Matrix Analysis
Lecture 18 : Implementasi Analytical Thinking di dalam Pekerjaan
00:03:49
Lecture 19 : Video: Questions to Sharpen Your Analitical Thinking
Lecture 20 : Studi Kasus Analytical Thinking sebagai Koordinator Area Manufaktur
00:04:17
: Quiz: Analytical Thinking dalam Pekerjaan Koordinator Area Manufaktur
Section 5 : Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup
Lecture 1 : Pendahuluan K3LH
00:04:11
Lecture 2 : Teori Kecelakaan Kerja
00:05:40
Lecture 3 : Video: Kecelakaan Kerja K3
Lecture 4 : Dasar Hukum K3LH
00:04:22
Lecture 5 : Kebijakan K3LH
00:07:26
Lecture 6 : Lembar Belajar: Kebijakan K3LH
Lecture 7 : Komitmen Manajemen
00:04:34
Lecture 8 : Target K3LH
00:06:10
Lecture 9 : Pengendalian Bahaya dan Risiko Kecelakaan Kerja [Bagian 1]
00:06:06
Lecture 10 : Pengendalian Bahaya dan Risiko Kecelakaan Kerja [Bagian 2]
00:04:38
Lecture 11 : Video: Perbedaan Bahaya dan Risiko
Lecture 12 : Lembar Belajar: Identifikasi Risiko Bahaya di Area Kerja
Lecture 13 : Peraturan Lingkungan Hidup
00:05:05
Lecture 14 : Implementasi K3LH [Bagian 1]
00:08:29
Lecture 15 : Implementasi K3LH [Bagian 2]
00:03:39
Lecture 16 : Lembar Belajar: Kontrol Risiko Bahaya
Lecture 17 : Kunci Keberhasilan Implementasi K3LH
00:06:11
Lecture 18 : Video: Tips Menjaga Keselamatan Tempat Kerja
: Quiz: Manajemen Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup
Section 6 : 7 QC Tools dalam Tugas Koordinator Area Manufaktur [Bagian 1]
Lecture 1 : Sejarah Metode 7 Alat Pengendalian Kualitas (7 QC Tools)
00:04:25
Lecture 2 : Penggunaan 7 Alat Pengendalian Kualitas (7 QC Tools) dalam Kehidupan Sehari-hari
00:04:30
Lecture 3 : Manfaat 7 Alat Pengendalian Kualitas dalam Tugas Koordinator Area Manufaktur
00:05:20
Lecture 4 : Menggunakan Check Sheet
00:03:35
Lecture 5 : Contoh Penggunaan Check Sheet di dalam Pekerjaan
00:03:32
Lecture 6 : Video: Contoh Penggunaan Check Sheet
Lecture 7 : Lembar Belajar: Membuat Check Sheet
Lecture 8 : Menggunakan Scatter Diagram
00:05:15
Lecture 9 : Jenis-Jenis Scatter Diagram
00:02:33
Lecture 10 : Contoh Penggunaan Scatter Diagram di dalam Pekerjaan
00:04:10
Lecture 11 : Video: Contoh Analisis Pola Scatter Diagram
Lecture 12 : Lembar Belajar: Membuat Scatter Diagram
Lecture 13 : Menggunakan Histogram
00:03:06
Lecture 14 : Jenis-Jenis Histogram
00:04:33
Lecture 15 : Contoh Penggunaan Histogram di dalam Pekerjaan
00:02:49
Lecture 16 : Lembar Belajar: Membuat Histogram
: Quiz: 7 QC Tools dalam Tugas Koordinator Area Manufaktur [Bagian 1]
Section 7 : 7 QC Tools dalam Tugas Koordinator Area Manufaktur [Bagian 2]
Lecture 1 : Menggunakan Stratification
00:02:48
Lecture 2 : Artikel: Metode Stratifikasi, Cara Mudah untuk Mengklasifikasikan Berbagai Data
Lecture 3 : Contoh Penggunaan Stratification di dalam Pekerjaan
00:02:10
Lecture 4 : Lembar Belajar: Membuat Scatter Diagram
Lecture 5 : Menggunakan Fishbone Diagram
00:04:06
Lecture 6 : Video: Contoh Menggunakan 5 Why dalam Fishbone Diagram
Lecture 7 : Contoh Penggunaan Fishbone Diagram di dalam Pekerjaan
00:03:31
Lecture 8 : Lembar Belajar: Membuat Fishbone Diagram
Lecture 9 : Menggunakan Pareto Diagram
00:04:01
Lecture 10 : Artikel: Mengenal Diagram Pareto
Lecture 11 : Contoh Penggunaan Pareto Diagram di dalam Pekerjaan
00:02:39
Lecture 12 : Lembar Belajar: Membuat Pareto Diagram
Lecture 13 : Menggunakan Control Chart
00:03:18
Lecture 14 : Contoh Penggunaan Control Chart di dalam Pekerjaan
00:02:44
Lecture 15 : Video: Contoh Penggunaan Control Chart
Lecture 16 : Lembar Belajar: Membuat Control Chart
Lecture 17 : Tindak Lanjut sebagai Koordinator Area Manufaktur
00:09:04
Lecture 18 : Lembar Belajar: Membuat Tabel Rencana Implementasi Solusi
Lecture 19 : Lembar Belajar: Membuat Problem Identification and Corrective Action
Lecture 20 : Form Tindak Lanjut Implementasi
: Quiz: 7 QC Tools dalam Tugas Koordinator Area Manufaktur [Bagian 2]
Section 8 : Final Test
: Final Test

Latar Belakang Instruktur

Studilmu Instructor

Alberto Christopher, S.T.

Dengan latar belakang pendidikan chemical engineer dari Universitas Indonesia ini, Berto adalah sosok yang aktif dan senang berkomunikasi. Semasa studi pun, Berto sudah aktif berbagi ilmu yang dimilikinya bersama para dosen di kampusnya. Tidak hanya itu, Berto juga sering membawakan acara pada beberapa event team building. Pengalamannya mengajar di depan kelas dan memimpin berbagai event team building membawa Berto untuk berkecimpung di bidang training and people development. Mengawali karirnya sebelum bergabung di Studilmu BusinessGrowth, Berto merupakan seorang leader pada lini produksi di PT CS2 Pola Sehat (Orang Tua Group). Tidak hanya berkutat dengan data dan laporan, pengalamannya sebagai leader pada lini produksi membuat Berto terbiasa untuk berkomunikasi dengan berbagai macam karyawan dan cukup familiar dengan kondisi lapangan. Semasa kerjanya pun Berto telah mengikuti berbagai macam pembelajaran leadership.

Sebagai fasilitator STUDiLMU BusinessGrowth, Berto telah berpengalaman melayani berbagai kelas dengan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Berto dikenal sebagai fasilitator yang energik dan mampu menjadikan materi yang sulit menjadi mudah dalam memfasilitasi pembelajaran peserta di kelas melalui pengalaman-pengalaman yang pernah beliau jalani.

REKOMENDASI KURSUS